::Hendra-Agustin::

setitik debu diantara lautan mutiara

Mencari rumah

Sekedar ingin berbagi dengan teman-teman, perihal kesibukan tambahanku untuk mencari rumah, berawal dari tambahan penghasilan dari pengiritan disana sini , yang dihitung-hitung cukup untuk mencicil rumah tipe sederhana, maka mulailah kita, aku dan istri hunting2 perumahan.

sangat panjang kalau dijabarkan disini, jadi aku kasih beberapa tips saja yah?

1. Jika beli di suatu perumahan, perhatikan berapa harga tanah permeternya, berapa dia spend untuk bangunan, umumnya kontraktor akan mengatakan dia spend sekitar 1,5-2 juta/m untuk bangunan, disalahsatu perumahan ciputra sampai 2,5 juta.

2. Jika mulai dbangun perhatikan kualitas bangunan, besi2 penyangga/bestek-nya/slope, umumnya yang bagus ukuran 8, kalau 10 ok tuh!!

3. Perhatikan besar dan ketebalan saluran pembuangannya, usahakan diatas 6 dim.

4. Jika berharap rumah tsb menjadi investasi, lebih baik mencari didaerah perumahan mandiri, maksudnya ditempat tersebut dibangun fasilitas2 mandiri, seperti sekolah, masjid, gereja, lap. olahraga dll, ini akan menambah nilai jual kembali rumah tersebut.

5. oh ya..? ada kalanya tanah yang akan dibangun adalah tanah urukan, ndak papa.., asalkan umur urukan tersebut sudah lama.., yah untuk amannya diatas 6 bulan.

6. Perhatikan surat rumah tersebut, apakah surat ijo, HGB, atau SHM. Yang bagus tentunya yang SHM(Surat Hak Milik), yang lainnya… wah siap2 aja kena gusur.. hehe.. just kiddin.

Mungkin itu saja dulu, semoga berkenan.

Februari 13, 2008 Ditulis oleh hendra agustin | 1 | | 1 Komentar

layer dalam networking

Dalam dunia networking seringkali kita temui bermacam-macam standard seperti OSI layer, TCP/IP, SS7 dsb.

Standard2 ini terdiri dari berbagai macam-macam layer, pertanyaannya? kenapa harus ada layer2 tersebut? pertanyaan sederhana, namun kadang2 sulit bagi kita menjelaskannya, terutama untuk orang yang baru dalam jaringan(newbie).

Ibarat terdapat 2 kapal german dan brasil dimana sang kapten ingin membicarakan suatu topik, taruhlah mengenai pertandingan sepakbola, keduanya saling tidak bisa memahami bahasa satu diantaranya, maka mereka sepakat meminta kokinya yang sama-sama dari perancis untuk menerjemahkan, disamping itu sebagai sarana untuk berkomunikasi 2kapal tsb, dibutuhkan operator radio.

layer1.gif

Demikianlah, sang kapten mengirimkan informasi melalui sang koki, koki mengubah ke bahasa perancis kemudian diberikan pada operator yang akan mentransmit lewat radio.

Cukup mudah kan analogikanya? :)

sumber:

UMTS – Signaling and Protocols by NSN training e-learning
 

Februari 13, 2008 Ditulis oleh hendra agustin | networking | | No Comments Yet